Batman Begins - Help Select
Posted by : lucky fajar Rabu, 26 Mei 2010

TULISAN JEPANG
( HIRAGANA , KATAKANA , KANJI )


Hiragana (ひらがな、平仮名) adalah suatu cara penulisan bahasa Jepang dan mewakili sebutan sukukata. Pada masa silam, ia juga dikenali sebagai onna de (女手) atau 'tulisan wanita' karena biasa digunakan oleh kaum wanita.Hiragana mula digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi.

KegunaanHiragana

* menulis akhiran kata (okurigana, 送り仮名). Contoh: okuru (mengirim) ditulis: 送る. Yang bercetak tebal itulah okurigana.
* menulis kata keterangan (adverb), beberapa kata benda (noun) dan kata sifat (adjektif).
* perkataan-perkataan di mana Kanjinya tidak diketahui atau sudah lama tidak digunakan.
* menulis bahan bacaan anak-anak seperti buku teks, animasi dan komik (manga).
* menulis furigana, dikenal juga dengan rubi, yaitu teks kecil di atas kanji, yang menandakan bagaimana suatu kata dibaca. Misalnya:

べんきょう

KATAKANA

Katakana adalah salah satu daripada tiga cara penulisan bahasa Jepang. Katakana biasanya digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang (外来語/gairaigo)selain itu juga digunakan untuk menuliskan onomatope dan kata - kata asli bahasa Jepang, hal ini hanya bersifat penegasan saja.

KANJI

Kanji adalah salah satu dari empat set aksara yang digunakan dalam tulisan modern Jepang selain kana (katakana, hiragana) dan romaji.

Kanji dulunya juga disebut mana (真名) atau shinji (真字) untuk membedakannya dari kana. Aksara kanji dipakai untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan). Sementara itu, hiragana (zaman dulu katakana) umumnya dipakai sebagai okurigana untuk menuliskan infleksi kata kerja dan kata-kata yang akar katanya ditulis dengan kanji, atau kata-kata asli bahasa Jepang. Selain itu, hiragana dipakai menulis kata-kata yang sulit ditulis dan diingat bila ditulis dalam aksara kanji. Kecuali kata pungut, aksara kanji dipakai untuk menulis hampir semua kosakata yang berasal dari bahasa Tionghoa maupun bahasa Jepang.

Kana (仮名 ?) adalah sebutan untuk aksara silabik Jepang yang terdiri dari katakana, hiragana, dan man'yōgana. Ketiganya merupakan penyederhanaan dari aksara Tionghoa yang dikenal di Jepang sebagai kanji.
Asal-usul kata "kana" adalah "kari no ji" (仮の字; aksara sementara) atau ditulis sebagai 借りの字 (aksara pinjaman). Sebelum dibaca sebagai "kana", aksara Tionghoa untuk 仮名 juga dilafalkan "karina" atau "kanna". Aksara ini disebut "kana" untuk membedakannya dari kanji yang disebut "mana" (真名 ?, aksara resmi).
Variasi yang tidak umum dari kana disebut hentaigana. Bentuknya berbeda dari kana yang dikenal sekarang. Penggunaannya terbatas padakaligrafi, benda seni, atau papan reklame.
Orang Jepang mulai bisa menulis setelah mengenal aksara Tionghoa. Namun aksara Tionghoa mulanya diciptakan untuk menulis bahasa Tionghoa, dan orang Jepang sulit memakainya untuk menulis bahasa Jepang. Sebagai pemecahannya, sebuah karakter dipakai untuk melambangkan sebuah bunyi, sedangkan arti yang dikandung masing-masing karakter diabaikan. Hasilnya adalah tulisan yang ditulis dengan menyusun satu demi satu aksara kanji untuk melambangkan bunyi bahasa Jepang. Metode tersebut dipakai untuk menulis prasasti batu dan literatur klasik seperti Kojiki, Nihon Shoki, dan sebagian besar isi Man'yōshū sehingga disebut man'yōgana (kana untuk Man'yōshū). Kata "kana" sendiri berarti aksara sementara atau aksara pinjaman. Pada waktu itu, kanji juga dikenal sebagai mana (真字 ?, aksara resmi), sehingga kana untuk Man'yōshū disebut magana (真仮名 ?, kana resmi).
Di antara metode penulisan kanji secara man'yōgana yang paling populer adalah:
 on'gana (音仮名 ?): bunyi dalam ucapan Tionghoa dipakai untuk menulis bahasa Jepang, misalnya: 夜麻 河波 宇具比須 有兼 dibaca: "yama kawa uguhisu arikemu"
 kun'gana (訓仮名 ?): masing-masing karakter dibaca menurut ucapan Jepang, misalnya: 八間跡 夏樫 写心 鳴呼 dibaca: "yamato natsukashi utsushigokoro a".
Berdasarkan fungsinya yang hanya sebagai lambang bunyi, sewaktu kanji dipakai sebagai man'yōgana, orang tidak lagi memakai karakter yang dibentuk dari coretan-coretan yang rumit dan susah ditulis. Karakter yang terus dipakai adalah karakter yang mudah ditulis. Ketika dipakai untuk menulis waka atau tulisan sehari-hari, man'yogana yang ditulis kursif (sōsho) disebut sōgana (草仮名 ?). Selanjutnya agar lebih cepat ditulis, sōgana kembali disederhanakan hingga tercipta hiragana.
Sementara itu, katakana berawal dari penggunaan kanji yang dibaca menurut ucapan bahasa Jepang untuk menulis kanbun. Tanda-tanda khusus ditambahkan di tempat susunan kanji harus dibaca menurut ucapan bahasa Jepang. Kanbun juga disertai petunjuk berupa okuriganadan furigana (yomigana) agar kalimat bisa dibaca sebagai bahasa Jepang. Keterbatasan ruang kertas akhirnya membuat orang hanya menulis coretan yang unik dari sebuah karakter sehingga tercipta katakana. Selanjutnya, kanbun dilengkapi dengan katakana agar mudah dibaca.
Setelah katakana dan hiragana semakin luas digunakan, man'yōgana semakin jarang dipakai. Di zaman sekarang, man'yōgana hanya kadang-kadang saja dipakai untuk menarik perhatian orang. Di antaranya, man'yōgana dipakai untuk menulis tajuk pengumuman obral (宝利出市, dibaca: holiday ichi; obral masa liburan) atau petunjuk tempat sampah (護美箱, dibaca: gomibako).

Pengecualian
Dalam pemakaian kana modern, sesuai fonologi dan pengucapan penutur asli bahasa Jepang, satu karakter kana melambangkan satu suara, kecuali:
 は dapat dilafalkan sebagai [ha] atau [wa]
 へ dapat dilafalkan sebagai [he] atau [e]
 お atau を sama-sama dilafalkan sebagai [o]
 じ atau ぢ sama-sama dilafalkan sebagai [ji]
 ず atau づ sama-sama dilafalkan sebagai [zu].
Secara fonetis, pemakaian kana modern tidak selalu satu karakter satu suara:
 か ([ka]) dan が ([ga]) juga dilafalkan sebagai [kwa] atau [gwa].
 う ([u]) dalam しょうかい misalnya tidak dilafalkan sebagai [sho] [u] [kai] melainkan sebagai lambang bunyi vokal panjang dari suku kata yang mendahuluinya (sho dibaca shō).
 Pengucapan い ([i]) dalam ていか(低下、定価) bergantung kepada penuturnya. Vokal [i] bisa dilafalkan atau dipakai untuk melambangkan bunyi vokal panjang dari suku kata yang mendahuluinya.
 ん dalam しんまい dilafalkan sebagai [m] dan ん dalam あんがい dilafalkan sebagai [ŋ]. Namun, ん dalam あんない tetap dilafalkan sebagai [n]. Sementara itu, ん dalam はんえい, かんわ, dan こんや dilafalkan di titik artikulasi yang sama dengan suku kata yang mengikutinya sebagai konsonan hampiran yang disengaukan atau bunyi sengau.
 ご ([go]) pertama dalam ごご(午後) adalah bunyi letup [go]. Namun pengucapan ご kedua bisa berupa bunyi letup atau bunyi sengau [ŋo].
 Vokal [u] dan [i] sering tidak dibunyikan, seperti す dalam kata-kata yang berakhiran dengan です atau ます. Selain itu, [u] dalam く sering tidak dilafalkan, misalnya: こくさいれんごう(国際連合). Selain itu, [i] dalam き sering tidak dilafalkan, misalnya: れきし(歴史) atau えきしゃ(易者).

Welcome to My Blog

TIME

Translate language

Ada kesalahan di dalam gadget ini

EXCLUSIVE CALENDER

My Pet

Apakah dengan Blogger Saya anda dapat terbantu dengan tugas tugas anda ?

visitor

Flag Counter

MY FOLLOWERS

My follower

Fish

List My Blogs

  • Cara Hack FB 2014 - Assalamualaikmu Wr. Wb Apa kabar semuanya... Saya mau ngasih trick tentang hack facebook 2014 , Tutorial Ini Beda dengan tutorial yg sebelumnya Yaitu Cara ...
    2 bulan yang lalu
  • Sanksi Terhadap Pelanggaran dibidang Teknologi Informasi - Karena banyaknya pelanggaran yang dilakukan terkait dengan teknologi informasi, maka perlu adanya sanksi untuk para pelanggar tersebut. Seperti pelanggaran...
    4 bulan yang lalu
  • Tugas Bahasa Indonesia II - 1. A. Hakim, jaksa, dan terdakwa ada di ruang sidang; pengacara dan saksi berdemo di halaman. Kalimat tersebut benar karena tanda titik koma digunakan...
    2 tahun yang lalu
  • Manusia dan Harapan - *Tugas Materi Bab XINama : Irsan MiryawanNpm : 13110630Kelas : 1KA26 Pengertian Harapan Harapan berasal dari kata harap y...
    3 tahun yang lalu
  • - KOMIK-KOMIK KARYA KURODOKI STUDIO PROYEK TERBARU: ►BATARA WISNU Premis: “setiap kisah akan berputar kembali” Logline: apa jadinya jika para raksasa alengk...
    4 tahun yang lalu

Popular Post

- Copyright © Ryu's Blogs -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -